Pemberian Istirahat Pendek 5 Menit dan Pola Makan Seimbang Menurunkan Beban Kerja Dan Meningkatkan
ProduktivitasBuruh Tani SemangkaOleh : I Ketut Swirya JayaMahasiswa Pascasarjana Program Studi Ergonomi
Fisiologi – Kerja( UNUD-Denpasar ) Bekerja dengan terpapar panas selama bekerja dan aktivitas fisik yang
kontinyu selama bekerja membuat parit menyebabkan kecepatan bekerja berkurang dibandingkan dengan awal kerja,
terjadi gerakan-gerakan non-efektif, istirahat tidak teratur selama bekerja dan terjadi istirahat curian. Luas parit yang
dihasilkan setiap periode satu jam semakin sedikit dan buruh tani semangka kelihatan lelah. Sedangkan rerata asupan
nutrisi kurang memadai yaitu rerata sebesar 3608 kalori/hari/orang dan beban kerja kategori beban kerja berat (dengan
rerata denyut nadi kerja 128 Dpm). Untuk membantu buruh tani semangka, perlu merubah organisasi kerja melalui
istirahat pendek selama 5' setiap satu jam dan pola makan seimbang. Anjuran untuk mengkonsumsi 3450 kalori dengan
tujuan menurunkan beban kerja dan meningkatkan produktivitas buruh tani semangka. Sesuai dengan anjuran bagi
pekerja dengan aktif-fisik ( blue color) adalah konsumsi antara 3000-4000 kalori/orang/hari dengan tujuan menurunkan
beban kerja dan meningkatkan produktivitas buruh tani semangka.
MATERI DAN METODEPenelitian ini dilakukan di Subak Yeh Embang – Jembrana pada bulan Mei – Juni
2006 pada bulan tersebut musim tanam padi dengan curah hujan rendah, jumlah sampel 16 orang. Kegiatan yang
dilakukan adalah menggali tanah untuk dibuat parit dan pelupuhan di atas ditanam semangka. Rancangan penelitiannya
yang digunakan adalah rancangan sama subjek ( treatment by subjects design ). Parameter yang diukur adalah beban
kerja, produktivitas dan studi gerak dan waktu. Untuk melihat normalitas data dilakukan uji kolmogorov Smirnov (α
= 0,05) dan perbedaan kemaknaan kedua perlakuan perlakuan analisis dengan uji t-paired test dengan tingkat
kemaknaan 5% ( α = 0.05). Parameter beban kerja diukur dengan mengukur denyut nadi kerja, denyut nadi
istirahat dan % CVL. Sedangkan produktivitas diukur dengan membandingkan rerata luas parit setiap m²/orang/hr,
dengan denyut nadi kerja dikalikan satu jam. Studi gerak dan waktu didata dengan rerata waktu gerakan non efektif
dalam menit selama satu hari ( delapan jam kerja )
HASIL DAN PEMBAHASANHasil Penelitian
Tabel 1.Karekteristik Subjek PenelitianNo Variabel n Rerata SB Rentangan p-value 1 Umur (th) 16 30,81 4,82 23
– 40 0,438
2 Berat badan (kg) 16 56,36 2,67 52,20-61,50 0,5953 Tinggi badan (cm) 16 164,75 4,20 157,0-172,0 0,395 4
Pengalaman (th) 16 6,87 3,03 2,0 – 12,0 0,675 Lingkungan Kerja
Tabel 5.3 Kondisi Lingkungan KerjaKontrol Perlakuan No Variabel nRerata SB Rerata SB t p-value 1 Suhu basah ( ºC )
10 27,50 1,27 27,55 0,95 -1 0,34
2 Suhu kering ( ºC) 10 30,35 1,24 30,55 1,34 -1,5 0,163 Kelembaban % 10 80,80 3,45 81,00 3,82 -0,61 0,554 Kecpt
angin (m/s) 10 1,97 0,86 1,98 0,85 -0,25 0,80
Beban Keja
Tabel 3. Beban Kerja Dan Denyut Nadi Kerjan Kontrol Perlakuan No VariabelRerata SB Rerata SB t p-value (dpm) (dpm)
1 Denyut nadi Istirahat 16 67,08 3,71 67,28 3,74 -0,39 0,7012 Denyut nadi kerja 16 127,61 0,727 123,11 0,722 15,2
0,000 3 %CVL 16 40,98 3,41 37,31 3,05 3,6 0,002
Produktivitas
Tabel 4. Produktivitas Pembuatan Parit Variabel n Rerata SB t p-value P0 16 0,00087 0,00022 -4,5 0,003 P1 16 0,0010
0,0025
PEMBAHASAN
http://www.balihesg.org - balihesg Powered by Mambo Generated: 23 November, 2008, 13:33
Karakteristik SubjekData bkarateristik Subjek menunjukkan pekerja dalam usia produktif ( umur 23-40 Tahun ), rerata
pengalaman kerja 6.7 tahun, dimana konisi fisik buruh tani normal dengan Rentangan IMT di atas 21, 00 kg/m² sehingga
mereka dapat bekerja dengan baik dan outputnya optimal. Kondisi Lingkungan Lokasi penelitian di Subak Yeh Embang
terletak di Kabupaten Jembrana dengan rerata suhu basah 27,5ºC, rerata suhu kering 30,5ºC dan kelembaban relative
80,80 %. Manuaba( 1983) menyatakan batas kenyamanan lingkungan untuk diluar ruangan suhu antara 22-28ºC
dengan kelembaban relative 70-80%. Berdasarkan suhu kering yang tercatat pada penelitian , maka kondisi lingkungan
di subak Yeh Embang agak panas dan kurang nyaman. Hal ini pada bulan Mei – Juni 2006 mulai musim kemarau
sehingga suhu lingkungan agak panas. Beban Kerja Dan Denyut Nadi KerjaAnalisis menunjukkan bahwa pemberian
istirahat pendek selama 5 menit dan pola makan seimbang (3450 Kalori /hari) menurunkan beban kerja secara
bermakna (p< 0,05) yaitu sebesar 3,4 %, tetapi dari rerata nadi pemulihan kedua subjek bekerja tanpa perlakuan dan
subjek bekerja dengan perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang bemakna (p>0,05). Penurunan beban kerja
disebabkan istirahat teratur setiap jam dan pola makan seimbang, sehingga memberikan otot berelaksasi ditambah
asupan energi yang cukup. Penurunan kategori beban kerja berat ke kategori beban kerja sedang dan peningkatan
produktivitas dapat dilakukan dengan merubah organisasi (khususnya istirahat pendek selama 5 menit setiap jam dan
pola makan seimbang) pada buruh tani semangka Beban kerja pemulihan berada pada kategori beban kerja ringan baik
subjek tanpa perlakuan maupun dengan perlakuan.
ProduktivitasPeningkatam rata-rata luas pelupuhan dan parit dihitung setiap jam selama kerja. Hasil uji Kolmogorov
– Smirnov ( K-S ) dengan tingkat kepercayaan (α = 0,05 ) datanya berdistribusi normal (p>0,05). Analisis uji
t-paired test (p< 0,05) artinya ada perbedaan bermakna (p<0,05), antara kedua perlakuan. Rerata luas parit (P0) 6,88 ±
0,160 m2/orang/hari dan (P1)7,52 ± 0,162 m2/orang/hari meningkat sebesar 0,64 m2/orang/hari. Atau terjadi
peningkatan produktivitas dari P0 ke P1 mulai pukul, 07.00 sampai dengan 17.00 WITA, sebesar 14,94 %. Produktivitas
kerja dari subjek bekerja tanpa perlakuan berdasarkan perbandingan output dan input selama periode waktu tertentu.
Outputnya adalah luas parit setiap satu periode waktu tertentu. Kemudian input rerata denyut nadi kerja (dpm) dan waktu
adalah rerata waktu kerja menyelesaikan m²parit. Hasil perhitungan menunjukkan, terjadi peningkatan produktivitas
kerja dari rerata 0,00087 ± 0,00022 menjadi 0,0010 ± 0,00025 meningkat sebesar 0,00013 atau 14,9%, adanya
peningkatan secara bermakna produktivitas kerja (p< 0,05). Pada grafik 6.5 di bawah ditunjukkan pengukuran
produktivitas periode pertama, jam 08.00 WITA. Produktivitas antara P0 dan P1 hampir sama. Untuk P0 mulai periode ke
2 sampai ke 4 mengalami penurunan, setelah istirahat siang/makan siang produktivitasnya meningkat dan setelanjutnya
menurun sampai habis kerja. Sedangkan pada penelitian dengan perlakuan (P1) pada jam 10.00 WITA produktivitasnya
sama dengan jam 09.00 dan Jam 16.00 WITA setelah istirahat pendek 5 menit dan diberikan snack produktivitasnya
mengalami peningkatan oleh karena relaksasi otot, denyut nadi kerja turun ( beban kerja berkurang ), sehingga untuk
bekerja satu jam/periode berikut kecepatan hampir sama dengan periode sebelumnya. Grafi 2 Produktivitas kerja buruh
taniSIMPULAN DAN SARANDari hasil pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan, Istirahat pendek setiap jam selama
lima menit dan pola makan seimbang buruh tani semangka trjadi penurunan beban kerja dari katagori beban kerja berat
ke beban kerja sedang sebesar 3,4% dan terjadi peningkatkan produktivitas kerja sebesar 14,9 %.Saran yang dapat
disampaikan pada buruh tani untuk menurunkan beban kerja dan peningkatan produktivitas kerja di tempat yang panas
dengan aktivitas berat adalah dengan istirahat pendek yang teratur setiap jam di samping pola makan yang seimbang.
Kajian PustakaAdiputra, N. 2002. Denyut Nadi dan Kegunaannya dalam Ergonomi. Jurnal Ergonomi Indonesia . Vol. 3
No. 1 hal : 22-26Almatsier, S. 2001, Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka UtamaJakartaArikunto,
Suharsimi. 1998, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta, Jakarta.Astrand,P.O.& Rodahl,K 1977.
Texbook of Work Physiology-Physiological Base of Exercise, 2nd edt.McGraw-Hill Book Company. USA.Bakta, I.M.
1997. Rancangan Penelitian Makalah pada Penataran Sehari tentang Metode Penelitian di fakultas Kedokteran
Universitas Udayana, Denpasar 15 Pebruari 1997Bernad, T.E. 1996. "Occupational Heat Stress." Dalam :
Bharattacharya, A&McGlothlin, J.D. editor. Occupational ergonomic Theory and Application. New York : Marcel Decker
Inc. p: 195-216Depkes. NTB.2003. Pedoman Penyelenggaraan Makanan di Institusi Tempat Kerja. Proyek Perbaikan
Gizi. MataramGenaidy, A.M.1996 Physicak Work Capacity. Dalam Battacharya A& McMlothin , J.D.eds. Occupational
Ergonomic. USA : Macel Dekker Inc.Grandjean, E. 1988 Fitting the Task to the Man. Taylor & Francis ,
London.Grandjean, E. 1993. Fitting the Task To the Man. 4 th Edition. London : Taylor &FrancisManuaba, A and Nala, N
(1969). A Surveyon Patjols in Bali. Proc. 16 thint congr. Occup. Health, p.434-436Manuaba, A. 1987 Aplikasi Ergonomi
dalam Optimasi Teknologi di Sektor Pertanian. Dalam : Seminar Jubelium Perak Unud, DenpasarManuaba, A.1990.
beban Kerja Untuk Prajurit Dikaitkan Dengan Norma Ergonomi di Indonesia. Seminar Nasional Tentang Ergonomi
Dilingkungan ABRI. Jakarta
http:/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lisensi
...
-
Kumpulan mantra-mantra pelet WARNING !!!!! WANITA DILARANG MELAKUKANNYA Maaf sebelumnya,,, Sebenarnya kum...
-
Membuat AI sendiri melalui server online dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut: *Langkah 1: Pilih Platform* Pilih platform yang ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar